Aktivitas PETI Diperumahan Bungo Grand City, 40 Persent Setor Kepemilik Lahan

154

JAMBIKINI.NET, MUARABUNGO– Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Semakin merajalela di Kabupaten Bungo, bukan hanya di areal bandara, Kuamang Kuning, Empelu, Air Gemuruh, Dusun Danau, atau Jujuhan, teranyar, kini para pekerja ini terpantau melakukan aktivitas penambangan di areal Perumahan Bungo Grand City milik pengusaha kaya Syamsudin Ibrahim.

Terpantau, puluhan set alat penambang beroperasi setiap harinya di kawasan ini.

Penelusuran Jambikini, sejumlah pekerja ini tanpak menjual emas hasil tambangnya disejumlah pengepul emas ilegal yang bertoko di sepanjang Dusun Sungai Arang hingga Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Muko-muko Bathin 2.

” Mereka menyebar, bukan hanya jual di satu tempat, ada yang langganan dengan kami, ada yang jual di tempat lain juga,”papar salah satu pembeli emas dikawasan ini.

Salah satu penambang di perumahan Grand City ini juga berhasil ditemui di tempat penampungan emas ini. Secara eklusive, kepada Jambikini ia mengaku bekerja di lokasi Pak wo (Syamsudin.red).

Katanya, setiap hasil yang didapat 40 persennya di setor kepada pemilik lahan.

“iya ini lokasi pakwo,”ungkap penambang tersebut.

Agus Akui Adanya Setoran Dari PETI

Adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin (Peti) dilokasi perumahan Bungo Grand City diakui oleh Agus Humas PT.KBPC, katanya aktivitas ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

“Iya, kita kan targetnya mengambil pasir untuk mencetak batako, namun sudah kami coba pakai eskavator tanahnya juga ikut terangkat, makanya kami pakai mesin itu,”ungkap Agus.

Bahkan Agus juga mengakui menerima setoran dari para pelaku Peti dengan alasan untuk perbaikan lahan yang di gali para penambang.

“Memang ada setoran, itu untuk perbaikan lahan yang sudah di dompeng,”ungkap Agus.(*)

Facebook Comments