Ini Perbedaan Bunga Bangkai dan Bunga Raflesia

329
Bunga Bangkai yang tumbuh dipekarangan rumah warga kelurahan Pasir Putih Muarabungo. foto : istimewah

MUARABUNGO, Jambikini.net- Sampai hari ini masih banyak masyarakat menyamakan antara bunga bangkai dan bunga raflesia. Meskipun memiliki kesamaan memiliki bau yang tak sedap. Kedua bunga ini dipastikan tak sama.

“Masih banyak masyarakat yang menyamakan bunga bangkai dengan bunga rafflesia. Padahal, ini bunga langka endemik Indonesia,” ujar Yuzammi, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) khusus bunga bangkai di Kebun Raya Bogor, seperti dikutip KompasTravel di Pusat Konservasi Kebun Raya Bogor, beberapa waktu yang lalu.

Kedua bunga memang mengeluarkan bau busuk pengundang serangga. Namun, dari bentuk, sifat biologis, dan siklus hidup, keduanya berbeda jauh. Berikut rangkum tujuh perbedaan bunga endemik Indonesia tersebut:

1. Nama Panggilan dan Nama Latin yang Berbeda

Dari nama keduanya jelas berbeda, tetapi memang mudah sekali tertukar. Jika bunga rafflesia memiliki nama latin Rafflesia. Indonesia punya beberapa jenis yang ditemukan di Sumatera, yaitu Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia hasselti dan Rafflesia bengkuluensis.

Sedangkan bunga bangkai, memiliki nama latin Amorphophallus dan ragam jenisnya banyak. Indonesia memiliki jenis yang paling terkenal ialah Amorphophallus titanum, selain itu ada Amorphophallus gigas, Amorphophallus moeleri, dan Amorphophallus variabilis.

2. Bentuk Tanaman Amat Berbeda

Sekilas jika Anda melihat dari bentuknya, tentu jelas berbeda. Perlu Anda ingat, bunga bangkai adalah bunga raksasa yang memiliki tonggol (spadix), atau bagian menjulang tinggi ke atas. Bagian pelindungnya yang mekar disebut braktea.

Sedangan bunga rafflesia, merupakan bunga raksasa yang tidak menjulang tinggi, melainkan melebar ke samping. Memiliki lubang besar di tengah dan kelopaknya yang indah berwarna merah bata.

3. Golongan Tumbuhan yang Berbeda

Bunga rafflesia merupakan golongan tumbuhan parasit dari marga Rafflesiaceae. Tumbuhan ini hidup menyerap nutrisi tanaman induk atau inangnya, yakni Tetrastigma, sejenis tumbuhan pemanjat dari keluarga anggur-angguran.

Sedangkan Amorpophallus atau bunga bangkai berasal dari keluarga talas-talasan. “Meskipun sama-sama mengeluarkan bau bangkai, bunga raflesia adalah parasit, yang hanya bisa hidup bergantung dari pohon inangnya. Sementara itu, bunga bangkai memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri sehingga bisa mencari makan sendiri,” ujar Yuzammi.

4. Ukuran Bunga

Bunga rafflesia memiliki diameter bervariasi, tergantung jenis. Diameter rafflesia patma 35-40 sentimeter, sedangkan rafflesia arnoldi diameternya bisa 1 meter. Sedangkan Amorphophallus tingginya bisa mencapai 2,5 meter, dengan lebar 1,5 meter saat mekar.

5. Jenis Kelamin

Dalam satu tanaman bunga rafflesia memiliki dua jenis kelamin, atau disebut bunga berumah dua. Sedangkan Amorphopallus itu ada yang berkelamin jantan, ada juga yang berkelamin betina, berbeda tumbuhan.

Oleh karena itu, Amorphophallus relatif lebih mudah dibiakkan dengan biji. Sebaliknya biji Rafflesia sukar didapat karena bunga jantan dan betina sukar didapati mekar bersamaan.

6. Cara Berkembang Biak

Bunga rafflesia dapat tumbuh dengan biji hasil pembuahan jantan dan betina. Namun, biji tersebut sulit ditemukan karena pembuahan sendiri harus terjadi di dalam satu tanaman mekar bersamaan, dengan dua kelamin yang berbeda.

Bunga bangkai atau Amorphophallus dapat tumbuh melalui biji bunga dan juga umbi. Namun, jika dari biji, tanaman tersebut perlu puluhan tahun untuk tumbuh dan berbunga. Jika dari umbi, tanaman tersebut akan tumbuh lebih cepat tergantung usia dari umbi yang ditemukan di hutan.

“Rafflesia bunga yang sangat selektif. Ia tidak akan tumbuh selain di pohon tetrastigma, sejenis anggur hutan. Itu pun tidak bisa di semua jenis pohon tersebut. Hanya pada waktu yang tepat dan nutrisi yang pas, baru raflesia akan tumbuh. Belum tentu juga mekar, tergantung cuaca, tanah, dan banyak lagi,” kata Sofi Mursidawati, peneliti LIPI khusus bunga raflesia kepada KompasTravel.(*)

Facebook Comments